Tulisan Tahun 2014 Ini Gak Akan Gw Lanjutkan...
[Tulisan ini ada di folder Draft, gw tulis tahun 2014 dan belum sempat gw lanjutkan, tapi sejak istri gw wafat gw gak akan lanjutkan tulisan ini, tapi gw publish. ini adalah salah satu perjalanan gw yang berharga bareng istri gw ketika dia-rahimahallah masih ada]
Ini adalah tulisan kedua saya mengenai laporan perjalanan saya dengan sepeda motor Bajaj Pulsar 180 butut saya...
Seharusnya saya melanjutkan Riding Report ini, tapi karena lanjutan cerita tersebut terkesan monoton, maka saya memutuskan untuk tidak melanjutkan ceritanya, hanya saja ada beberapa insiden yang lumayan mengganggu pas perjalanan pulang dari cisolok tersebut, yaitu di daerah cikidang,
ketika itu tengah hari, saya memutuskan membuka kaca helm supaya tidak gerah, tiba-tiba ada burung terbang nyasar dan menabrak bagian kiri mata saya, alhamdulillah tidak sampai menimbulkan luka, tapi selama kurang lebih 5 menit saya tidak bisa membuka mata kiri saya karena rasa sakit, ditambah dengan banyaknya air mata saya yang keluar membuat perjalanan pulang terganggu, akhirnya kami memutuskan untuk menepi dan beristirahat untuk memulihkan kondisi mata kiri saya, dan alhamdulillah tidak sampai 30 menit penglihatan saya pun normal kembali. mungkin hanya itu saja kejadian menarik yang saya dapat ceritakan dilanjutan Riding Report tersebut...
Ok...lanjut ke isi postingan ini...
Sebelumnya ingin saya sampaikan bahwa saya bukanlah orang yang pandai menulis dan bercerita, namun keinginan untuk berbagi cerita mendorong saya untuk memberanikan diri untuk bercerita...ditambah lagi cerita yang telah diukir bersama guratan ban motor akan hilang terhapus seiring waktu dan debu yang berlalu. sehingga bercerita melalui tulisan merupakan cara yang paling ampuh untuk mengabadikan cerita-cerita indah yang telah saya lalui..
[Abstrak]
Ini adalah kali pertama saya ke Pantai Sawarna, salah satu pantai di wilayah Banten yang memiliki banyak pesona alami yang tak akan terlupakan oleh siapa saja yang pernah singgah ke sana. ditambah lagi, secara pribadi saya bukanlah tipe orang yang suka dengan tempat-tempat hiburan yang 'tidak alami' a.k.a buatan tangan-tangan manusia, hahaha. justru saya sangat suka tempat-tempat indah yang terbentuk langsung oleh tangan Allah Subhana Wa Ta'ala...jadi tempat-tempat seperti Pantai, Gunung, Hutan, Air Terjun, merupakan tempat tujuan favorit saya ketika bepergian dengan sepeda motor. perjalanan ini telah kami rencanakan beberapa hari sebelum hari h, yaitu saya dan istri saya berencana untuk mengisi liburan lebaran tahun 1435 h ini dengan touring keluarga. namun Qadarullah Fatimah kecil tidak bisa ikut, karena Fatimah punya agenda lain dengan kakek dan neneknya pergi ke pantai juga, yaitu Anyer...jadi hanya saya dan istri saya sajalah yang pergi ke Sawarna.
[Rute]
Rute yang kami lalui :
Pergi : Depok - Cibinong - Jambu Dua - Ciapus - Cijeruk - Cigombong - Cicurug - Cikidang - Pelabuhan Ratu - Karang Hawu - Cisolok - Bayah (Sawarna).
Pulang : Bayah (Sawarna) - Cisolok - Karang Hawu - Pelabuhan Ratu - Cikidang - Parung Kuda - Parakan Salam - Cidahu - Cicurug - Cigombong - Cijeruk - Ciapus - Cibinong - Depok.
[Berangkat]
Setelah check sepeda motor pukul 7 AM tepat kami memulai perjalanan, start dari depok, tujuan awal kami adalah rumah petak kami di Ciapus (Depok adalah rumah orang tua saya-hihi), niatnya adalah rest pertama dan mengambil Knee Protector untuk dipakai oleh istri saya nanti pas perjalanan. dari Ciapus kami melanjutkan perjalanan menuju Cigombong melalui jalur alternatif menuju Cijeruk...jalur yang sangat indah bagi saya dan saya tidak pernah bosan melewati jalur tersebut...
Jalanan ramai lancar mulai dari Cigombong sampai Parung Kuda menuju Cikidang, dan jalanan baru benar-banar ramai pas memasuki wilayah Cikidang. padahal biasanya trek ini cenderung sepi pada saat hari biasa, mungkin karena bertepatan dengan libur lebaran sehingga jumlah kendaraan yang melewati trek Cikidang pun signifikan. kami menemukan di sepanjang jalur ini banyak sekali konvoi sepeda motor baik itu yang berangkat maupun pulang dari Pelabuhan Ratu. dan konvoi tersebut pun bervariasi mulai dari konvoi pengendara motor biasa, ataupun konvoi dari Club atau Komunitas, dan terus terang konvoi pengendara motor biasa cenderung lebih tidak tertib dibanding konvoi club atau komunitas-meskipun banyak juga beberapa konvoi club yang bertindak arogan dan semena-mena terhadap pengendara lain.hal ini mungkin dikarenakan anggota club akan cenderung mendapat 'didikan' cara berkonvoi dari club-club mereka, sedangkan pengendara biasa tidak memiliki wawasan yang memadai mengenai tata cara berkonvoi dengan sepeda motor yang baik dan benar, sehingga resiko kecelakaan akan lebih besar bagi mereka.
[sampai sini akhir tulisan gw]


Komentar
Posting Komentar